Saat ini, penggunaan kawat gigi rasanya sudah jadi hal yang lumrah ya di masyarakat. Karena memang sudah banyak tempat pasang behel gigi murah di jogja. Behel memang sangat berguna untuk kamu yang ingin merapikan gigi dan meningkatkan kemampuan bicara dan mengunyah, beberapa orang menggunakannya sebagai tren fashion untuk menunjang penampilan.
Namun, sayangnya penggunaan alat ortodontik ini dapat memberikan efek samping apabila tidak dilakukan sesuai kondisi gigi dan pengawasan ortodontis. Terutama pemakaian behel yang terlalu lama, tak jarang akan muncul tekanan berlebih pada behel yang dapat memicu rasa sakit di area mulut dan memicu permasalahan gigi dan mulut.
Supaya lebih jelas, mari ketahui efek samping memakai behel gigi dalam jangka waktu panjang yang perlu Anda ketahui pada artikel berikut ini.
1. Nyeri Rahang dan Sakit Kepala
Saat memakai behel gigi, efek samping yang bisa dirasakan adalah nyeri pada rahang yang menjalar hingga ke kepala. Pasalnya, saat menggunakan behel gigi, dokter akan mengencangkan kawat gigi setiap 4-6 minggu sekali guna menyelaraskan struktur gigi. Akibatnya, rahang menjadi tegang dan memicu sakit kepala. Untuk meminimalisir rasa sakit tersebut, sebaiknya konsumsilah makanan yang lembut.
2. Resopsi Akar
Efek samping memakai behel gigi terlalu lama adalah resopsi atau pemendekan akar gigi. Biasanya, kondisi ini dipicu karena gigi mengalami pergerakan akibat tekanan kawat yang dihasilkan membuat tulang gigi dan panjang akar gigi berkurang secara permanen.
3. Sariawan
Penggunaan behel terlalu lama juga dapat memicu timbulnya sariawan, akibat pergesekan dengan kawat. Untuk mengatasinya, biasanya dokter akan memberikan lilin ortho atau wax yang mampu menutup behel hingga sariawan sembuh. Namun, apabila kawat masih terasa terlalu tajam, segera konsultasikan ke dokter agar kawat tersebut dapat dipotong dan diasah.
4. Kerusakan Behel
Meskipun terbuat dari kawat yang kuat, seiring berjalannya waktu behel gigi juga dapat rusak akibat kebiasaan mengunyah makanan bertekstur keras, seperti es batu, keripik kentang, dan kacang. Bila dibiarkan, lapisan terluar gigi (enamel) akan terkikis yang menyebabkan gigi jadi rapuh dan gampang berlubang. Supaya tidak terjadi kerusakan pada behel, disarankan untuk mengurangi kebiasaan mengunyah makanan yang keras dan melakukan kontrol rutin ke dokter gigi setiap bulan.
5. Kesulitan Mengunyah
Kesulitan mengunyah merupakan efek samping memakai behel gigi yang dirasakan, terutama saat behel dikencangkan. Pada saat inilah, Anda direkomendasikan untuk melakukan diet sehat, dengan mengonsumsi makanan yang mudah larut dan bertekstur lembut. Namun tak usah khawatir, efek ini akan hilang dengan sendirinya saat mulut sudah beradaptasi dengan behel gigi.
6. Reaksi Alergi
Pada saat pemasangan behel gigi dilakukan, untuk beberapa pengguna mengalami reaksi alergi terhadap logam (tembaga, nikel, kromium), lateks, dan resin akrilik yang digunakan. Beberapa gejala dari reaksi alergi yang timbul adalah nyeri pada gigi, bibir melepuh dan telinga tersumbat. Oleh karena itu, sebelum memakai behel gigi, baiknya infokan pada dokter bila Anda memiliki reaksi alergi pada zat tertentu.
7. Dekalsifikasi
Dalam beberapa kasus, efek samping memakai behel gigi dapat memicu dekalsifikasi berupa tanda putih pada gigi. Kondisi ini terjadi akibat pengguna tidak menjaga kebersihan gigi dengan rutin, sehingga bakteri dari sisa makanan memproduksi zat asam dan membuat kalsium pada gigi berkurang.
8. Gigi Berlubang
Jika proses dekalsifikasi berlanjut, maka akan ada potensi munculnya karies pada gigi Anda. Terlebih lagi, kondisi ini bisa semakin parah apabila behel gigi digunakan dalam jangka waktu lama, serta kebiasaan malas menjaga kebersihan gigi dan mulut. Itu makanya, Anda disarankan untuk melakukan kontrol ke dokter minimal 3 minggu sekali dan mengganti karet behel agar gigi tidak berlubang.
9. Kehilangan Warna Gigi Asli
Beberapa pengguna behel mengeluhkan adanya perubahan warna gigi setelah menggunakan behel. Padahal, penyebabnya tidaklah terletak pada behel yang dikenakan, tetapi pada cara membersihkannya! Gigi yang tidak dibersihkan secara menyeluruh dapat membentuk tartar, yaitu pemicu noda kuning, yang terbentuk dari sisa makanan yang terjebak di sela kawat dan bracket behel. Untuk itu, supaya tidak kehilangan warna gigi asli, pastikan Anda membersihkan gigi dengan menyikatnya dengan benar, ya. Contohnya, menggunakan dental floss dan berkumur pakai obat kumur antiseptik secukupnya.
10. Gigi Kembali ke Posisi Semula
Meskipun telah dilakukan pemasangan behel, gigi dapat kembali berantakan dalam beberapa minggu setelah kawat dilepas. Hal ini disebabkan karena gigi memiliki kecenderungan alami untuk kembali ke posisi semula (relapse) akibat proses biologis tulang, gigi, dan gusi. Untuk mencegahnya, disiplinkan diri mengikuti seluruh anjuran dokter, melakukan pemeriksaan gigi secara berkala, dan juga mengenakan retainer setelah lepas behel. Dengan perawatan yang tepat, efek samping memakai behel gigi pun dapat diatasi dengan maksimal.
Itu dia efek samping memakai behel gigi apabila dipakai terlalu lama. Perlu diketahui bahwa memakai kawat gigi memang tidak lepas dari efek samping. Namun, efek tersebut bisa dicegah dengan rutin menjaga kebersihan gigi, mengganti karet behel minimal 3 minggu sekali, dan juga konsultasi secara berkala.
Agar Anda terhindar dari dampak negatif dan risiko komplikasi, pastikan untuk melakukan pemasangan behel di klinik gigi yang menyediakan dokter gigi profesional, seperti di Opal Dental, ya.